Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2012

Ringing pada Burung

Burung-burung liar di penangkaran biasa diberikan tanda (tag), biasanya dalam bentuk cincin (ring) yang dipasang pada salah satu kakinya. Pemberian tanda berupa cincin ini umumnya dikenal dengan istilah ringing. Ringing dilakukan untuk mengetahui identitas burung tersebut, serta memudahkan dalam pelaksanaan monitoring.
Cincin (ring) dipasang dapat menggunakan cincin aluminium anti karat atau bahan lainnya yang tidak terlalu memberatkan burung dan tidak berkarat. Pemasangan cincin ini sebaiknya dilakukan pada kaki kiri, karena kaki kiri umumnya digunakan untuk bertumpu, sedangkan kaki kanan untuk memegang, mengambil, atau menjepit makanan. Pemasangan cincin sendiri sebaiknya dilakukan pada saat burung masih piyik, berumur sekitar 20-30 hari. Alasannya, pada umur tersebut risiko kerusakan pada kaki akibat pemasangan ring masih kecil dibandingkan pemasangan pada umur dewasa.
Teknik pemasangan cincin pada burung dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pertama burung difiksir dengan mengguna…

Daging Satwa Liar dan Risiko Penyakit Zoonotik

Salah satu bahan yang memiliki peran dalam risiko penyebaran penyakit zoonotik adalah bahan pangan asal hewan. Naipospos (2010) menyatakan bahwa bahan pangan asal hewan merupakan bagian penting dari diet manusia sejak manusia berburu hewan. Perburuan dan perdagangan satwa liar masih banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Perdagangan daging atau karkas satwa liar (bushmeat) di pasar-pasar tradisional sangat berisiko dalam menyebarkan penyakit zoonotik.